Monday, December 26, 2016

Toyota Starlet Kapsul EP80, EP81 & EP82

 

Toyota Starlet Kapsul EP80, EP81 & EP82

Starlet GT Turbo look

Melanjutkan nama Starlet yang di Indonesia menjadi satu-satunya hatchback buatan Toyota pada era 80 dan 90an, Toyota Astra Motor kemudian merilis pengganti Starlet kotak pada tahun 1991 dengan Toyota Starlet P80 series. Starlet dengan kode P80 series ini dijuluki Starlet Kapsul karena bentuknya yang membulat mirip kapsul. Starlet versi Indonesia ini begitu mirip dengan versi Jepangnya karena selain Jepang, negara lain didunia yang memproduksi Toyota Starlet hanyalah Indonesia. Walau Indonesia menjadi basis produksi Starlet selain Jepang, namun hanya Starlet dengan 5 pintu saja yang masuk.


Sesuai dengan kode Starlet yang hadir di Indonesia, Toyota Starlet di Indonesia memakai mesin Toyota E series. Ada beberapa pilihan mesin yang ditawarkan tergantung tipenya. Tipe XL (EP80) masih memakai mesin 1E 4 silinder 1000cc SOHC 12 valve dengan karburator yang masih sama dengan Starlet Kotak XL. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 55Hp pada 6000Rpm dan torsi 102Nm pada 3500Rpm. Untuk menyalurkan tenaga ke roda depan dipakai transmisi manual 4 percepatan dari Toyota C140 transmission. Pada Starlet tipe SE (EP81) memakai mesin 2E yang sama dengan Corolla SE Saloon dan Starlet Kotak SE dengan 4 silinder 1300cc SOHC 12 valve dan masih memakai karburator. Terdapat pilihan transmisi manual 5 percepatan dengan transmisi Toyota C150 transmission dan otomatis 4 percepatan dengan Toyota A132 transmission. Selain itu, ada juga mesin 4E-FTE yang terpasang pada varian turbo (EP82) dengan konfigurasi 1300cc 4 silinder DOHC narrow angle 16 valve dengan EFI dan turbocharger. Mesin ini menjadi mesin seri E yang paling powerfull dengan tenaga mencapai 133Hp pada 6400Rpm dan torsi 157Nm pada 4800Rpm. Untuk transmisinya digunakan Toyota C52 transmission dengan 5 percepatan manual.

Ada beberapa model yang ditawarkan. Model yang paling murah dan paling sederhana adalah tipe XL dengan mesin 1000cc. Starlet XL keluaran awal atau sekitar 1991 sampai 1992 masih mamakai pengapian platina dan belum power window alias masih pakai sistem engkol. Dibagian eksteriornya, Starlet XL ini memakai garnis plastik berwarna abu-abu. Tipe XL pada tahun 1992 mendapat perubahan berupa CDI dan garnish mika berwarna hitam dan abu-abu. Model ini bertahan sampai 1994 sebelum akhirnya pada 1995 keluar varian terakhir Starlet XL dengan garnish kecil berwarna merah dan putih dan tetap masih memakai CDI dan pembuka jendela model putar.

Tipe tengah dari Starlet kapsul adalah tipe SE dengan mesin 2E 1300cc. Tipe SE keluaran 1991 masih menggunakan platina untuk pengapiannya dan jendela engkol untuk membuka jendelanya. Pada tahun 1992 sampai 1997, platina pada Starlet SE ini digantikan dengan CDI. Varian termahalnya ada Starlet SE Limited yang hanya keluar tahun 1991 dengan pengapian platina dan power window. Tipe SE Limited ini digantikan oleh Starlet SEG pada 1992 sampai 1998 dimana Starlet SEG 1992 sampai 1994 diberi kelengkapan berupa pengapian CDI, power window, foglamp, head rest sporty model bolong, setir palang 3 dan dilengkapi dengan fitur tilt steering. Starlet SEG 1995 sampai Maret 1998 fiturnya masih sama dengan keluaran 1992 sampai 1994, hanya saja diberi tambahan berupa power steering.

Produksi Toyota Starlet dengan kode sasis P80 ini sebenarnya sudah berakhir di Jepang pada Desember 1995. Pengganti Starlet ini memiliki kode P90 series dengan julukan Starlet Reflet (normal), Glanza (sports), dan Carat (classic). Sebagai ganti atas absennya Starlet P90 di Indonesia, Toyota membuat varian SEG Starlet EP81 menjadi mirip dengan Starlet Gi JDM yang merupakan tipe sport di Jepang. Starlet ini kemudian dikenal juga dengan sebutan Fantastic Starlet atau lebih akrab dengan julukan Starlet Turbo Look.  Perbedaanya dibagian eksterior berupa grill model baru, kap mesin model timbul seperti Starlet turbo dan bumper yang lebih sporty. Sayangnya, dibagian mesin tidak dijumpai mesin turbocharger seperti Starlet GT yang masuk melalui importir umum melainkan mesin 2E seperti Starlet 1300cc pada umumnya.

Kelebihan Starlet ada pada perawatannya yang murah dan lumayan irit bahan bakar. Selain itu, karena beratnya yang ringan sedikti modifikasi pada mesin seperti ganti ke 4E-FTE sudah cukup untuk membuat malu mobil-mobil lain dengan mesin dan bodi yang lebih besar. Bentuk eksteriornya juga terkesan abadi dan cocok untuk dipakai siapapun. Kelemahan Starlet ini ada pada ruang yang sempit baik kabin penumpang atau barang terlebih jika Anda memiliki tubuh diatas rata-rata. Fiturnya juga biasa saja tidak terlalu mewah kecuali untuk tipe SEG keluaran 1995. Sayangnya jangankan untuk tipe SEG, tipe XL keluaran 1991 saja harganya sudah relatif tinggi untuk ukuran mobil 90an awal. Ini dikarenakan harga jual kembalinya yang masih tetap tinggi.

Spesifikasi Toyota Starlet Kapsul EP80, EP81 & EP82 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Toyota Starlet Kapsul EP80, EP81 & EP82
JenisHatchback
TipeEP80, EP81, EP82
Mesin1E SOHC 999cc (XL)
2E SOHC 1295cc (SE)
4E-FTE DOHC turbo 1331cc (GT Turbo)
Bore X Stroke70.5 X 64.0 mm (1E)
73.0 X 77.4 mm (2E)
74.0 X 77.4 mm (4E-FTE)
Sistem Bahan BakarKarburator (1E & 2E)
Electronic Fuel Injection (4E-FTE)
TransmisiManual 4 Speed (XL)
Manual 5 Speed (semua kec XL)
Otomatis 4 Speed (SE, SE Limited, SEG)
Wheelbase2.300 mm
Panjang3.805 mm
Lebar1.620 mm
Tinggi1.380 mm
Sumber :
http://www.mobilmotorlama.com/2016/11/toyota-starlet-kapsul-ep80-ep81-ep82.html#more

Tuesday, December 6, 2016

Auto Choke Toyota Starlet

 Auto Choke Toyota Starlet


Menyalakan mesin pada pagi hari
Dasar kerja cuk otomatis starlet menggunakan teknik BIMETAL, dimana saat kondisi semakin panas, keping bimetal akan menggerakan poros cuk ke arah membuka normal. Saat mesin kembali dingin keping bimetal pun ikut dingin dan bereaksi memutar poros cuk kearah menutup. Sedangkan elektrik pada autochoke dibutuhkan untuk mempercepat pembukaan bimetal dengan cara memberikan panas bagi bimetal lewat lilitan kawat. Bila terjadi masalah elektrik pada autochoke maka hanya akan berdampak pada terlambatnya cuk membuka normal, karena hanya mengandalkan bantuan panas dari mesin yang butuh waktu lama untuk memanaskan keping bimetal ini. Efeknya mesin akan brebet saat pedal gas mulai ditekan, gejalanya mirip dengan cuk manual yang lupa di kembalikan ke posisi semula.

Cara yang benar menyalakan mobil starlet yang dilengkapi cuk otomatis, pada saat kunci kontak dinyalakan, jangan nyalakan mesin dulu, tapi injak pedal gas sekali saja sampe dalem, atau bisa dua kali kocok untuk daerah yang agak ekstrim dingin tujuannya memberikan campuran kaya bensin lewat pompa akselerator, sekaligus mem-fungsikan autochoke untuk menaikan gas setingkat diatas standard.


Setelah pedal gas dikocok barulah di start, biasanya mesin langsung akan hidup dengan rpm yang agak tinggi, seiring dengan panasnya suhu mesin perlahan unit choke akan membuka hingga sempurna.


Pada kondisi ini gas masih akan tetap tertahan diatas standard, saat pedal gas di injak mekanikal autochoke penahan bukaan gas akan segera terlepas, dan mesin akan berputar pada RPM yang normal sekitar 800 - 900 RPM

Cuk Otomatis Tidak Bekerja Sempurna Tanpa Menekan Pedal Gas Terlebih Dahulu 
Menyalakan mesin dipagi hari dalam kondisi mesin dingin diperlukan campuran bahan bakar yang kaya, dan sedikit menaikan posisi gas diatas normal agar pada saat pemanasan mesin berlangsung secara halus dan lancar.
Menyalakan mesin dipagi hari tanpa mengocok pedal gas terlebih dahulu membuat mesin sulit distart dan cuk otomotis tidak menutup sempurna, bila terus dipaksakan mesin tetap akan menyala tetapi putaran mesin terlalu rendah dan bergetar kencang, ini sangat tidak bagus buat keawetan mesin.
Biasakan mengocok pedal gas saat menyalakan mesin dipagi hari, jangan lebih dari 2 kali mengocok gas, karena malah menyebabkan karburator banjir bensin kalo sudah bengini malah sangat sulit dihidupkan.


Hati-hati bila hendak servis karburator
Membongkar karburator mobil starlet termasuk pekerjaan yang tidak terlalu sulit dan pada umumnya karburator starlet sama dengan karburator mobil lainnya, mudah diservis oleh siapa saja termasuk montir jalanan.
Akan tetapi bagi starlet yang sudah mengadopsi cuk otomatis perkaranya bisa jadi lain lagi, karena disitu ada part elektronik yang cukup sensitif bila dibongkar atau bila ikut direndam dalam bensin atau minyak tanah.
Makanya buat montir jalanan yang belum cukup pengalaman terkadang melakukan hal-hal ceroboh membongkar karburator sehingga bisa membuat unit tersebut tidak berfungsi atau rusak.

Sumber :
https://starlet2e.blogspot.co.id/2008/05/auto-choke-toyota-starlet.html

Monday, September 26, 2016

Toyota Starlet Kotak EP70 & EP71

 

Toyota Starlet Kotak EP70 & EP71

Toyota Starlet seri 70 adalah hatchback yang mulai dijual oleh Toyota Astra Motor di indonesia sekitar tahun 1985. Toyota Starlet ini merupakan generasi pertama yang menggunakan sistem gerak roda depan atau FWD setelah sebelumnya hadir dengan sistem RWD. Starlet EP70 series ini lebih spesial di Indonesia karena Indonesia menjadi negara pertama selain Jepang yang memproduksi mobil dengan jargon How Starlet Are You ini. Di berbagai daerah, mobil ini dikenal juga dengan julukan Starko yang merupakan singkatan dari Starlet kotak.

Toyota Starlet EP70


Pertama kali hadir dengan pilihan mesin 1E-C SOHC 4 silinder 1000cc karburator pada tahun 1985. Kode untuk Toyota Starlet bermesin 1E ini adalah EP70. Tenaga yang dihasilkan mesin 999cc ini mencapai 55Hp pada 6000Rpm dan torsi sebesar 102Nm pada 3500Rpm. Pada tahun 1986 mulai diproduksi Toyota Starlet dengan menggunakan mesin 2E-C SOHC 4 silinder 1300cc karburator yang juga digunakan pada Toyota Corolla GL. Tenaga maksimum yang dihasilkan mesin 2E ini adalah 65Hp pada 6000Rpm dan torsi 98Nm pada 3600Rpm. Untuk Toyota Starlet bermesin 2E ini memiliki kode EP71. Semua mesin Toyota Starlet yang masuk ke Indonesia memakai konfigurasi 3 klep per silinder atau 12 Valve.


Ada beberapa varian Toyota Starlet EP70 series di Indonesia. Yang membedakan hanyalah pilihan mesin dan kelengkapan fiturnya saja karena hampir semua Toyota Starlet yang masuk ke Indonesia dalam bentuk hatchback 5 pintu. Tipe termurah adalah tipe XL yang memakai mesin 1E 1000cc. Ciri khusus yang bisa dikenali adalah tidak ditemukannya tachometer untuk menunjukan RPM. Tipe XL ini juga ada yang memakai mesin 1300cc dan memiliki kelengkapan yang sama dengan tipe XL 1000cc. Setelah itu ada varian 1.3 SE yang dari namanya sudah ketahuan kalau memakai mesin 2E 1300cc. Untuk tipe 1.3 SE ini sudah dilengkapi dengan tachometer. Varian langka dari Toyota Starlet ini adalah Starlet Lisse yang bisa dikenali dari warna aslinya merah bata dan menggunakan mesin 1E serta Starlet Si Limited dengan mesin 1E atau 2E dan warna body two tone hitam dan silver.

Secara umum, fitur dan teknologi yang ditawarkan Toyota Starlet ini terbilang sangat sederhana. Untuk pengapiannya masih mengandalkan platina. Fitur-fitur elektrik tidak ditemukan pada Toyota Starlet ini karena masih mengandalkan tenaga manusia untuk menaik turunkan kaca jendela dan tanpa power steering. Keterbatasan ini mungkin yang nantinya juga menjadi kelebihan Starlet karena tidak akan menemui perangkat elektronis yang rusak nantinya.

Kelebihan mobil ini ada pada mesinnya yang relatif minim masalah karena tidak banya perangkat canggih yang menambah biaya perawatan. Mesinnya walaupun tenaganya kecil namun tergolong irit bahan bakar. Modelnya yang walau masih kotak namun terlihat lebih manis dibanding rivalnya seperti Charade dan Forsa. Ukurannya yang kecil juga terlihat lincah dijalan. Kelemahan mobil ini adalah ukuran kabin terutama ruang belakang dan bagasi yang sempit. Selain itu sangat minimnya perlengkapan kadang juga menyusahkan karena harus kerja lebih keras. Dengan segala kelebihan dan kelemahannya, Toyota Starlet kotak ini harganya masih lumayan tinggi untuk mobil tahun 1980an. Di daerah harganya bisa mencapai 50 juta kondisi spesial dan rata-rata sekitar 30 jutaan.

Spesifikasi Toyota Starlet Ep70 & EP71 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Toyota Starlet Ep70 & EP71
JenisHatchback
TipeEP70 (1000cc)
EP71 (1300cc)
Mesin1E-C 999cc
2E-C 1295cc
Bore X Stroke70.5 X 64.0 mm (1E)
73.0 X 77.4 mm (2E)
Sistem Bahan BakarKarburator
TransmisiManual 4 Speed
Wheelbase2.300 mm
Panjang3.700 mm
Lebar1.590 mm
Tinggi1.380 mm
Sumber :
http://www.mobilmotorlama.com/2016/05/toyota-starlet-kotak-ep70-ep71.html#more

Friday, September 23, 2016

Perbaiki Kisi Kisi AC Starlet

 Perbaiki Kisi Kisi AC Starlet


Salam Tetttttooottt...

Banyak kita jumpai kisi kisi AC starlet kita yang sudah loyo atau tidak beraturan..

Dan kebanyakan dari kita langsung memvonis ganti baru.....dengan harga copotan kisi kisi AC yang aduhai.....

Disini kita akan coba reposting cara perbaiki kisi kisi AC yang sudah loyo atau ga beraturan....

Bahan dan Alat :
1. Kisi ac (pasti)
2. Solder
3. Cutter/gunting
4. Rokok plus Kopi Hitam .... hehehehe
5. Sedotan Air mineral atau plastik bekas botol oli
6. Nekat n yakin
7. Berdoa dan Pasrah

Cara Perbaiki Kisi kisi AC :
1. Buka Kisi kisi AC dari tempatnya, dengan cara mencongkel secara perlahan lahan...
HATI HATI Patah..lihat gambar 1 dan 2


Gambar 1


Gambar 2

2. Lubangi sedotan air mineral atau bahan yg sejenis dengan ukuran disesuaikan (jarak antar titik kisi ac tengah 1,2cm. Jarak antar kisi ac samping 1,7cm). lihat gambar 3


Gambar 3

3. Untuk posisi gerakan atas bawah, sama, lakukan penambahan plastik untuk memperkokoh gerakan atas bawah. Lihat gambar 4 dan 5.


Gambar 4


Gambar 5

silahkan lihat video berikut :



4. Untuk kisi kisi bagian kiri dan kanan, pengerjaan nya sama dengan bagian tengah. Lihat gambar 6 dan 7.


Gambar 6


Gambar 7

Silahkan lihat video berikut :



dan hasilnya......eng ing eng....prok prok jadi apa....

Nah ... selamat mencoba ....
Biaya beli kisi kisi AC yang baru lumayan bisa kita pergunakan untuk mempercantik Starlet kita...

Sumber :
- Foto dan Video dari seorang sahabat, saudara, rekan, om Sugeng Suparmanto Starleters JATIM
- Info dan keterangan dari seorang sahabat, saudara, rekan, om Meidiansyah Akka Perdana ISC Bandung

Wednesday, August 24, 2016

Bedah Karburator Starlet

 Bedah Karburator Starlet  


Toyota Starlet baik yang tipe 1.000cc maupun yang 1.300cc versi Toyota Astra Motor masih mengandalkan karburator sebagai pengabut bahan bakarnya. Perlu diketahui rata-rata mobil keluaran tahun 2000 keatas sudah menggunakan injeksi komputer sebagai pangabut bahan bakarnya.

Soal plus minus selalu ada antara mesin injeksi dan mesin karbu. Mesin injeksi terkenal memang lebih irit bahan bakar saat melalui jalanan macet, sementara mesin karbu sangat mudah dan murah dalam hal biaya perawatan karena tidak ada komponen sensitif.

Bagi yang masih awam apa sih gunanya karburator? begini penjelasan singkatnya : pembakaran akan terjadi kalau ada bensin, udara dan api. Nah tugas karbu ini adalah memberikan perbandingan bensin dan udara yang tepat untuk pembakaran dalam mesin. Perbandingannya adalah 1:14,7 maksudnya adalah 1 bagian bensin dicampur dengan 14,7 bagian udara. Dalam istilah tekniknya dikenal dengan Lamda. Pada mesin injeksi pun sama harus berada dalam kondisi lamda 1:14,7 tapi yang mengatur adalah perangkat elektronik sehingga lebih tepat.

Pada karbu perbadingan udara dan bensin dipilah oleh venturi yang berbentuk spesifik tirus. Tidak memerlukan peralatan elektronik untuk mendapatkan campuran udara bensin dengan tepat. Pada kondisi karbu yang sehat dan normal maka perbandingan ideal bisa dijaga. Tapi pada kasus tertentu dimana pemakaian karbu sudah terlalu lama, sehingga perlu dibersihkan gejala perbadingan tidak tepat selalu terjadi, akibatnya bensin boros, mesin tersendat-sendat, tidak ada tenaga, susah untuk starter, asap knalpot ngebul berwarna hitam pekat. itulah adalah tanda-tanda ada masalah pada karbu.

Tapi tenang saja, merawat mesin karbu ternyata mudah dan murah gk perlu peralatan khusus, yang penting tau bagian mana yang harus dibersihkan, berikut ini disajikan bedah karbu starlet semoga bermanfaat.

Karbu



Penampakan karburator starlet sebelum dibongkar. Terdiri dari bagian utama karbu yaitu venturi primer dan venturi skunder. pada foto venturi primer berada dalam kondisi tertutup oleh bilah cuk otomatis, gunanya memberikan campuran bensin lebih banyak saat start mesin pagi hari. Venturi primer berfungsi melayani putaran mesin 1000-4000 RPM dan secara bersamaan terbuka Venturi Skunder akan melayani putaran mesin 4000-6500RPM. Jadi sangat jelas bukan bila ada salah satu masalah pada venturi biasanya mobil tidak bisa mulus berjalan atau malah tidak bisa lari cepat dijalan bebas hambatan.



Beginilah rupa karbu saat di lepas bagian atasnya, sangat jelas terlihat disitu ada tiga buah rongga utama. Rongga Venturi Primer, Venturi Skunder dan Kontainer Bensin. Terlihat ada seperti koin berwarna kuning didalam rongga venturi primer dan skunder, koin kuning ini bergerak sesuai dengan pijakan pedal gas. semakin pedah gas ditekan dalam maka seluruh rongga venturi ini akan terbuka arus udara dan bensin pun semakin mengalir deras ke dalam ruang bakar. Kontainer Bensin berfungsi menyediakan pasokan bensin secara konstan ke rongga venturi. Bila terjadi kelebihan atau kekurangan bensin dalam kontainer ini mesin akan tersendat-sendat, pastikan kontainer ini selalu bersih tidak ada kotoran atau lumpur.



Foto diatas adalah komponen utama karbu starlet yang sering mengalami gangguan karena tersumbat atau umur. Terlihat di foto tersebut terdapat pelampung karbu yang berfungsi mengkontrol permukaan kontainer bensin dalam karbu, agar permukaan bensin tepat tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak, Karbu banjir juga sering disebabkan ada masalah pada jarum pelampung seperti penampakan foto diatas sebelah pelampung karbu yang berwarna hitam. Komponen lainnya adalah, nozzle penyemprot bensin dalam venturi, disinilah banyak mekanik kurang memperhatikan lubang lubang sangat kecil yang terdapat pada nozzle venturi. disana ada lubang yang sangat kecil yang nyaris tidak terlihat bila tertutup kotaran. Kotoran itu tidak dapat dibersihan dengan car disikat, tapi harus di semprot oleh kompresor atau cairan khusus pembersih karburator. Juga terdapat power jet pressure dan spuyer, pilot jet dan jarum penyetel angin untuk idle mesin.
Pilot jet paling sering tersumbat karena kualita bensin yang tidak bersih, banyak lumpur menempel disana dan menyebabkan mesin tidak mau stasioner dan sulit untuk dihidupkan. Powerjet dan pressur power jet juga sering bermasalah karena tidak mau bergerak, Gejalanya masalah powerjet adalah akselerasi tidak mulus dan selalu menyendat pada putaran tertentu.

Auto Choke / Cuk Otomatis

Sesuai dengan namanya cuk otomatis selalu ada pada mesin yang masih menggunakan karburator baik itu mesin mobil atau mesin motor. Namun pada starlet sudah terdapat cuk otomatis, jadi gk perlu repot menarik cuk tiap kali starter mesin pagi hari, cuk secara otomatis bekerja. Rahasia cuk otomatis ini terdapat pada komponen bimetal seperti pada foto dibawah ini. Terdapat spiral bimetal disana, sifat bimetal bila dialirkan listri dia akan mengembang atau bergerak kearah tertentu, pergerakan ini dimanfaatkan untuk menggerakan lengan klep cuk. Jadi saat mesin dalam keadaan dingin klep cuk harus tertutup, dan saat mesin sudah panas dia akan terbuka penuh. Kebanyakan mekanik kurang memperhatikan mekanis cuk sehingga cuk tidak dapat bekerja malah yang lebih fatal cuk akan menutup terus, menyebabkan asal ngebul hitam, tidak ada tenaga dan boros bensin.


Nozzle dan Pilot Jet Karbu

Coba perhatikan parts tersebut dbawah ini, ternyata banyak sekali lubang disana, dan rata-rata lubangnya berukuran sangat kecil sekali sehingga sangat sering tersumbat bila kualitas BBM tidak bersih. Bersihkan dengan seksama, semprot bagian lubang yang kecil dengan penyemprot karburator sampai terlihat bersih. Begitupun pilot jet juga power jet. Bersihkan dengan teliti jangan sampai terlewat, saya menyarankan bersihkan dengan penyemprot khusus karburator.


Kesimpulan

Menangani masalah karburator starlet sangat mudah, cukup bersihkan bagian bagian yang rawan tersumbat perhatikan setiap lubang-lubang yang ada bersihkan dengan baik sampai benar-benar bersih.

Salam
Starno72

Sumber :
http://starlet2e.blogspot.co.id/2014/04/bedah-karburator-starlet.html

Wednesday, August 17, 2016

Test Kompresi Mesin

 Test Kompresi Mesin


Test Kompresi Mesin… apaan sih?

Mesin mobil dan motor yang umum seperti mesin 4tak dan 2tak (4strokes & 2strokes engine) juga mesin diesel memerlukan tekanan kompresi yang cukup di ruang bakar untuk dapat bekerja sempurna, membakar bahan bakar (bensin/solar) dan udara untuk dijadikan tenaga.

Tekanan yang rendah membuat campuran bahan bakar dan udara tidak dapat terbakar atau sering disebut Misfire, sehingga mesin kehilangan tenaga.

GEJALA MASALAH MESIN

- Mesin ‘Pincang’:
Istilah yang sering dipakai ketika mengalami mesin bergetar kasar / berguncang, yang diakibatkan satu atau lebih silinder ruang bakar bermasalah. Bisa disebabkan oleh busi yang bermasalah, injektor mati / mampet, tekanan kompresi yang lemah pada salah satu atau lebih silinder ruang bakar.

- Asap Putih:
Saat mesin digunakan, terus-menerus keluar asap putih dari knalpot, biasanya menunjukkan adanya oli mesin yang terbakar. Bisa disebabkan oleh Ring Piston yang aus atau Seal Klep yang aus, sehingga oli masuk ke ruang bakar dan menimbulkan asap putih di knalpot. Biasanya oli mesin menjadi cepat berkurang.

Gejala-gejala di atas, biasanya disertai lemahnya kompresi ruang bakar pada salah satu atau lebih silinder mesin. (tekanan kompresi dibawah spesifikasi standar minimum).
Umumnya mesin tidak dapat bekerja baik jika tekanan kompresi berada di bawah 100PSI / 7BAR / 7.2kg/cm2
Kebanyakan mesin bensin bekerja dengan baik antara 140PSI (9.5BAR) hingga 220PSI (15BAR) tergantung spesifikasi standar masing-masing model/merek mesin.
Untuk mesin diesel umumnya bekerja di kisaran 600PSI, jadi pastikan alat tes kompresi harus sanggup mengukur tekanan kompresi yang tinggi jika akan mengukur tekanan kompresi mesin diesel. Biasa dipakai yang mempunyai range 0-1000PSI (0-70BAR).

Penyebab berkurangnya kompresi ruang bakar pada mesin antara lain :
- Gasket Cylinder Head yang bocor / rusak / terbakar
- Ring Piston rusak / aus / bocor
- Seal klep bocor
- Klep rusak / bocor
- Piston retak / bolong
- Cylinder Head Block retak / melengkung
- Cylinder Block retak

Bagaimana cara mengetahui silinder mana yang bermasalah?

Untuk mengetahui silinder mana yang bermasalah bisa digunakan alat yang disebut Compression Tester

Dengan alat ini, kita bisa melihat silinder mana yang mempunyai nilai tekanan yang rendah dibanding yang lain. Tentunya tidak bisa mendapatkan nilai yang benar-benar sama untuk tiap silinder, namun umumnya toleransi yang masih dianggap normal adalah maksimal selisih 0.5BAR (7.2PSI), lebih dari itu dapat dikatakan ada masalah dengan silinder tersebut.

Jika membeli Compression Tester, lebih baik yang menggunakan selang dengan ujung ulir seperti ulir busi.
Biasanya disertakan beberapa ukuran ulir busi.

Dan biasanya pada Compression Tester, ada kemampuan HOLD untuk menahan tekanan kompresi yang sedang diukur, dan dapat di NOL kan kembali dengan menekan tombol Reset.

MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI MESIN

Sebelum mengukur tekanan kompresi mesin, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan, antara lain :
- Accu dalam kondisi prima
- Disiapkan alat Compression Tester
- Kunci Busi
- Tools lain apabila diperlukan.

1. MEMATIKAN PELISTRIKAN :
Putuskan pelistrikan menuju ECU, biasanya dengan mencabut Main Relay / ECU Relay / Sikring ECU, sehingga injector tidak menyemprotkan bensin.

Putuskan pelistrikan menuju Ignition Coil, biasanya dengan mencabut socket yang menuju Ignition Coil, sehingga coil tidak bekerja.

2. CABUT SEMUA BUSI
Cabut semua busi dengan kunci busi


3. PASANG COMPRESSION TESTER
Pasang ujung selang Compression Tester pada lubang busi, dimulai dari silinder nomor 1.


4. STARTER MESIN..
Starter mesin hingga terdengar sekitar 3-5 langkah putaran.. Jarum Compression Tester akan naik dan berhenti pada tekanan tertentu yang dicapai.
Catatlah hasil ukur tersebut pada kertas.
Lakukan langkah 3 dan 4 untuk semua silinder yang lain.

Misalnya hasil ukur adalah sbb:
Cyls 1 : 10,2BAR
Cyls 2 : 10,0BAR
Cyls 3 : 8,7BAR
Cyls 4 : 10,3BAR

Terlihat bahwa silinder nomor 3 mempunyai angka yang jauh dibawah silinder yang lain, dan lebih dari toleransi 0,5BAR.

Kira-kira masalahnya apa ya?
Kita dapat memanfaatkan bantuan Oli mesin untuk menentukan kemungkinan yang menjadi penyebab lemahnya kompresi pada silinder 3.

5. MEMASUKKAN OLI MESIN
Masukkan 1-2 sendok teh oli mesin ke lubang busi silinder yang bermasalah tadi.

kemudian lakukan langkah nomor 3 dan 4.

ANALISA:

Apabila setelah ditambahkan oli mesin, tekanan kompresi lebih besar dari yang terukur sebelumnya (ada peningkatan), maka dapat disimpulkan ada masalah pada Ring Piston yang aus / rusak, atau dinding silinder cacat.
Apabila setelah ditambahkan oli mesin, tidak ada perubahan nilai tekanan kompresi, maka dapat disimpulkan ada masalah pada salah satu atau lebih komponen Cylinder Head seperti: Gasket Cylinder Head, Seal Klep (valve seat), Klep (valve), Cylinder Head Block (melenting/bengkok), atau piston (retak/bolong).


KESIMPULAN:

Melalui tes di atas, kita akan terbantu untuk menentukan / mengalokasi kerusakan pada mesin sebelum melakukan bongkar / turun mesin. Sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
Tekanan Kompresi Mesin Bensin umumnya berkisar antara 140PSI-220PSI atau 9.5BAR-15BAR
Mesin Tidak dapat bekerja dengan baik jika Tekanan Kompresi dibawah 100PSI / 7BAR / 7.2kg/cm2
Lemahnya tekanan kompresi pada salah satu atau lebih silinder mesin, juga berdampak pada borosnya Bahan Bakar.

TES KOMPRESI vs TES KEBOCORAN

Langkah-langkah di atas adalah untuk mengukur besaran tekanan kompresi pada masing-masing silinder untuk membandingkan dengan nilai standar spesifikasi mesin tersebut, sekaligus juga untuk dapat mengetahui / mencari / alokasi masalah yang terjadi pada mesin.

Selain Tes Kompresi, ada juga Tes Kebocoran Kompresi Mesin.
Biasanya hal ini dilakukan untuk memastikan pemasangan komponen mesin dilakukan dengan baik dan benar.
Nama alat yang digunakan adalah Cylinder Leakage Tester.


Cylinder Leakage Tester menggunakan 2 meter (gauge) dan memerlukan masukan udara bertekanan (air compressor) sekitar 100PSI saat digunakan.


Cara menggunakan Cylinder Leakage Tester :

Alat ini tidak memerlukan proses starter mesin, tetapi setiap kali mengukur, tiap silinder harus diposisikan pada titik TDC (top dead center) yaitu piston pada posisi TOP dan klep pada posisi menutup semua.
Alirkan tekanan angin sebesar 100PSI, bisa diatur melalui regulator yang ada pada alat tersebut.
Jika terdengar suara desis pada mesin, kemungkinan posisi piston atau klep belum tepat, coba putar Crank Shaft hingga piston benar-benar di posisi TOP dan klep menutup rapat.
Pada meter 1 (gauge 1) akan terbaca 100PSI (sesuai tekanan angin yang kita atur melalui regulator).
Lihat yang terukur di meter 2 (gauge 2),.. Maksimum toleransi kebocoran yang diperbolehkan adalah hanya 20-25% saja. Artinya akan terbaca nilai sekitar 75-80PSI, kurang dari 75% menandakan masalah serius pada silinder tersebut.

Ada Cylinder Compression Tester yang mudah untuk dibaca hasil test nya…


Harga Compression Tester sekitar Rp 180.000 hingga Rp 1.000.000 tergantung merek.

Semoga bermanfaat.

Sumber : http://saft7.com/test-kompresi-mesin-apaan-sih/

Maksimalkan Fungsi Spion Tengah pada Kabin Mobil

 Maksimalkan Fungsi Spion Tengah pada Kabin Mobil



fungsi spion tengah pada kabin

Sering sekali ketika berkendara malam hari menggunakan mobil terasa silau akibat lampu kendaraan lain di belakang. Hal ini karena sinar lampu dari mobil belakang mengenai spion tengah yang berimbas suasana kabin menjadi terang dan pantulannya menyilaukan mata pengendara. 

Untuk menghindari ini sebenarnya cukup mudah dilakukan, tinggal turunkan klip atau tuas pada spion tengah yang umumnya ada pada mobil keluaran baru. Hal ini berguna menurunkan posisi bidang pandang spion tanpa mengurangi fungsinya untuk melihat ke belakang.

"Banyak orang mengira fungsinya untuk melihat ke penumpng belakang saat ingin ngobrol, padahal ini untuk membias sinar lampu yang berlebihan dari kendaraan yang ada di belakang terutama saat malam hari," ucap Indah Yuliana, Kepala Bengkel Auto2000 Cikarang saat dihubungi Otomania via ponsel, Jakarta (20/10/2015).

Dengan turunnya spion bisa meminimalisasi cahaya yang menimbulkan silau dari kendaraan di belakang. Karena pantulan dari lampu tidak langsung, tapi terhalang dan dibiaskan di kaca belakang yang baru diteruskan ke spion sehingga intensitas cahayanya lebih rendah. 

Cara pengunaanya sendiri tinggal menekan klip atau tuas yang ada di bawah kaca spion dan secara otomatis kaca kan menekuk ke bawah. Tapi saat sedang berkendara siang hari wajib di balikan ke posisi semula, karena bila dibiarkan dengan posisi berkendara malam justru membuat silau karena langsung terkena bias cahaya matahari dari kaca belakang.

Semoga bermanfaat !!!

Sumber :
http://www.otomania.com/read/2015/10/20/154350730/Maksimalkan.Fungsi.Spion.Tengah.pada.Kabin.Mobil

Sunday, August 14, 2016

Memperbaiki delco atau distributor mesin mobil

 Memperbaiki delco atau distributor mesin mobil



Mengakali delco atau distributor pada mesin mobil, khususnya mengakali arang delco atau arang distributor yang habis merupakan hal yang tidak terlalu sulit. Cukup menggunakan arang tespen sebagai pengganti arang delco yang habis dan sangat awet (sudah saya buktikan sendiri). Kalau tidak ada bisa juga menggunakan arang baterai senter.
Pengalaman ini saya dapatkan di saat tengah berada di jalan Thamrin. Mesin mobil mati mendadak secara tiba-tiba dan saat di stater tidak mau hidup, yang pasti ada banyak penyebab kondisi ini bisa terjadi. Seorang sahabat baik, Laek Marbun (almarhum), saat itu yg dengan suka rela membantu memperbaiki mobil saya, dia langsung memperkirakan bahwa masalah terletak pada arang delco yang habis. Kemungkinan seperti Ini bisa terjadi apabila mobil sudah berumur lebih dari 5 tahun.
Dari pengalaman tersebut diatas, tidak ada salahnya untuk selalu membawa obeng tespen (listrik rumah, tegangan 220 volt) kedalam kotak peralatan mobil. Apabila ternyata tidak ada obeng tespen, arang baterai bekas juga dapat digunakan.

1. Delco atau distributor mesin mobil.


2. Obeng tespen yang akan dijadikan bahan kanibal, untuk memperbaiki delco atau distributor.


3. Bersihkan bagian tengah, tempat arang.


4. Bentuk bagian ujung arang tespen agar dapat terikat per tespen. Potong per secukupnya, dan pada ujung bagian per yang dipotong delebarkan


5. Potong per tespen, lebarkan bagian ujungnya. agar pas, saat dimasukkan kelubang delco dan arang tidak mudah terlepas dari delco distributor.


6. Posisi arang tampaik seperti di gambar. ingat, posisi arang flexibel, dapat keluar masuk dengan ringan.


7. Posisi arang sangat ringan, untuk bergerak keluar masuk.


8. Posisi arang sangat ringan, untuk bergerak keluar masuk.


Sumber :

http://o2-fresh.blogspot.co.id/2010/01/mengakali-delco-atau-distributor-mesin.html

Memperbaiki Vaccum Delco

 Memperbaiki Vaccum Delco


Dalam perjalanan mudik balik kemarin, disaat mengarungi kemacetan singaparna tasikmalaya pada sekitar jam 4 sore, mobil meloncat-loncat maju saat gas diinjak. Jadi setelah diam macet, maju barang 1 meteran pakai loncat2.. JEDUG.. JEDUG... Tapi kalau sudah jalan lancar apalagi ngebut, mesin normal jalannya. Membran pompa bensin error? Hmm no problem.. ada pompa rotak cadangan sudah terpasang. Sepertinya karburator kotor... oke mobil saya pinggirkan. Saya cek filter bensin.. penuh. Cek karburator oke. Sudah sore menjelang maghrib, alih-alih cari bengkel.. saya putuskan jalan terus ke Bandung. Perjalanan lancar sampai rumah, hanya loncat2 saat mulai bergerak dari tiap diam berhenti.

Sampai di bandung, karburator dilepas(dilepas saja dari mesin, tidak diurai) dan disemprot2 karburator cleaner. Dicoba ke cijambe, mesin normal. Tapi pas balik ke rumah kambuh lagi loncat2. Dibawalah ke bengkel, ealahhh ternyata setelah dicoba dicabut selang vacuum delco, selangnya ditutup kertas.. mesin normal tanpa loncat2 atau jedug2 lagi. Ternyata vacuum delco yang bermasalah! Pergerakan vacuum delco macet saat mulai bergerak.. setelah bergerak vacuum delco bergerak normal lancar.

Sejak itu vacuum delco tidak diaktifkan, enak juga buat jalan saat macet2. Mobil bisa jalan pelan halus. Tapi loyo buat tarikan di gigi 3 dan 4, tidak enak buat perjalanan luar kota. Hari minggu kemaren mau saya ganti vacuum delconya, vacuum delco dicopot terus nyari di toko. Delco tidak saya copot.. males nge-top-nya. Gelar koran dibawah delco buat jaring spi delco. Spi delco sukses dicopot sampai sakit pinggang, tapi giliran nyopot dua sekrup susah karena ruang yg sempit. Sekali mencoba memutar sekrup dan susah, langsung saya hentikan karena bisa sleg kepala sekrupnya. Batal deh rencana copot vacuum delconya. Dengan susah payah spi delco dipasang lagi :D .

Saya berpikir vacuum delco hanya macet saat mulai bergerak, ada sesuatu yang menghambat. Hmmm coba saja bersihkan pakai karburator cleaner. Semprot bagian belakang dan bagian depan.


semprot bagian depan


semprot bagian belakang

Pasang tutup delco dsb, starter mesin. Awalnya sempat jedug2 lagi.. ada 3x. Selanjutnya lancar normal. Ditest keliling kompleks, mesin normal halus. Kamis kemaren dipakai muter2 bandung juga lancar normal. Harga vacuum delco murah sekitar 40 rb-an pakai yg ford laser, kalau yang mazda ori 300-400 rb-an. Cuman repot ngetopnya aja, tapi nanti kalau rusak beneran yah mesti copot delco dan ngetop.

Sumber :
http://mazdauc1400.blogspot.co.id/2015/03/mazda-memperbaiki-vaccum-delco.html

Tuesday, August 9, 2016

DIY : tambah relay power window

 DIY : tambah relay power window



gambar 1 - hasil penambahan relay power window

Dari hasil troubleshoot power window yang ngadat-ngadat dan kadang macet, didapati bahwa motor power window tidak ada masalah, tombol yang dulu pernah patah juga tidak ada masalah, tetapi masalahnya ada pada PCB, terbukti di percobaan yang lalu dengan tukar PCB saja gejala sudah hilang (gambar 2). Maka sebelum memutuskan untuk mengganti unit tombol utama, newbie putuskan untuk penambahan relay ke motor power window, sehingga kerugian hambatan pada kabel yang telah lama dan juga hambatan internal dari unit tombol power window bisa terbantu. Dengan penempatan relay maka motor power window akan mendapatkan arus yang lebih besar dan lebih stabil.


gambar 2 - PCB yang dicoba ditukar di percobaan yang lalu


gambar 3 - nota pembelian relay 5 kaki
Ide boleh ada, tapi sayang partnya belum punya, apalagi yang dibutuhkan adalah relay dengan 5 kaki, akhirnya pada saat newbie mengantar anak untuk belajar calistung, daripada nunggu iseng-iseng cari toko di sekitarnya, dapat dah sekitaran tropodo sidoarjo.
Belilah relay 5 kaki, dapat merk Hella 20 Ampere, harga 26 ribu / pcs. Ga tau deh mahal atau murah, paling beda-beda tipis dan daripada mutar-mutar ya udah beli langsung 4 biji, sebenarnya cukup 2 biji relay aja udah cukup untuk 1 motor power window. Sekalian beli soketnya seharga 5 ribu / pcs, lagi-lagi sebenarnya cukup 2 biji tapi sekalian stok buat oprek-oprek maka beli 4 biji. Lainnya beli cable skun untuk dibaut ke ground, sebiji 500 rupiah. 


gambar 4 - kode kaki relay dengan 5 kaki


gambar 5 - ada kaki 87a yang diperlukan pada relay 5 kaki


gambar 6 - Made by Hella


gambar 7 - skema kaki-kaki

Oke relay sudah didapat, skema cara kerja relaynya sudah newbie ketahui, bahwa kaki 85 dan 86 sebagai trigger relay. Bila Relay tidak mendapatkan trigger maka kaki 30 dan 87a akan terhubung, sebaliknya bila Relay mendapatkan sinyal trigger maka kaki 30 dan 87 yang akan terhubung.


gambar 8 - relay selesai dirakit


gambar 9 - butuh dua relay untuk satu motor power window


gambar 10 - kabel merah hijau yang ke motor power window diputus

Jadi penambahan relay adalah pada jalur kabel yang mengarah ke motor power window. Di gambar 10 nampak dua kabel yaitu berwarna merah dan hijau yang sudah dipotong. Pada soket di pintu sisi driver aerio didapati ada 5 kabel, 2 kabel merah dan hijau yang dipotong, ukurannya lebih besar daripada 3 kabel lainnya. Sedangkan 3 kabel lainnya sifatnya seperti sensor otomatis kaca naik / turun, dan bila ada tangan kejepit maka power window otomatis turun lagi. Nah kalau listrik ke motor ternyata lemah, bisa jadi unit menganggap ada halangan di jalur kaca naik / turun.
Balik ke kabel merah dan hijau yang dipotong. Bila kabel yang mengarah ke motor power window ini diberi arus PLUS pada merah dan MINUS pada hijau, maka kaca akan naik, sebaliknya bila diberi MINUS pada merah dan PLUS pada hijau maka kaca akan turun. Cuman dalam pemasangan relay ini tidak usah bingung mana yang naik dan mana yang turun, yang penting kabel merah dari tombol yang akan mentrigger relay untuk kabel merah yang ke motor, dan kabel hijau yang dari tombol akan mentrigger relay untuk kabel hijau yang ke motor. Jangan kebalik yah, ntar tekan tombol naik malah kaca turun dan tekan tombol turun malah kaca jadi naik.....hehehehehe


gambar 11 - skema pemasangan relay power window


gambar 12 - wiring diagram proyek pemasangan relay

Nah udah tau kan dari gambar 10 yang dipotong, sekarang kalau dibandingkan dengan wiring diagram gambar 12, maka kabel merah dan hijau itu ada di sisi kanan gambar, yaitu yang mengarah dari atas ke bundaran motor power window. Kabel ini yang dipotong di gambar 10.
Baik kabel merah dan hijau yang berasal dari atas (dari tombol power window) dihubungkan ke kabel kuning (dari gambar 11) yang masuk ke kaki 86 dari relay. Sedangkan kaki 85 dari relay dihubungkan ke Ground. Artinya bila kabel merah atau hijau ternyata ada sinyal positif maka salah satu dari relay tersebut akan ter-trigger tergantung kabel mana yang aktif.
Selanjutnya agar kabel merah dan hijau yang ke motor power window ini bisa mendapatkan Plus 12 Volt atau Ground yang lebih baik, maka kabel merah dan hijau dihubungkan ke kabel biru (dari gambar 11) yang masuk ke kaki 30 dari relay.
Dari sini kaki 87a dihubungkan ke ground, artinya selama kabel merah dan hijau tidak ada sinyal maka kabel power window akan selalu terhubung ke ground.
Sedangkan kaki 87 dihubungkan ke PLUS 12 Volt yang akan mengalirkan arus ke kaki 30 dan selanjutnya ke motor power window apabila relay tersebut ter-trigger.
Selanjutnya ground newbie hubungkan jadi satu dengan kabel skun, untuk di baut di salah-satu baut pengikat motor power window, sedangkan kabel merah untuk PLUS 12 Volt bisa dihubungkan ke aki langsung (jangan lupa tambah fuse) atau ke orisinil +12Volt dari orisinil power window (gambar 13). Newbie pakai cara yang kedua, yaitu kabel warna putih biru yang menuju ke soket utama tombol power window sisi driver. Kalau langsung ke aki sebenarnya arus akan lebih baik, penting ditambah fuse untuk pengaman, cuman selain ngolor kabel rada ribet juga dari sisi safety kalau misal tombol tidak sengaja tertekan meski mesin hidup maka motor bisa mendapat arus terus dan bisa terbakar. Sebaliknya bila pakai kabel putih biru dari power window maka arus listrik juga akan mati begitu kontak di off atau dicabut. Terserah sih mau pakai yang mana, ada plus minusnya.


gambar 13 - disolder ke kabel +12 Volt warna putih biru


gambar 14 - relay dirapikan


gambar 15 - testing naik turun

Sekarang waktunya pengetesan, hasilnya mancap bener, lancar jaya. Sebelum pasang relay ini, newbie sempat sekali lagi testing-testing dulu naik turun dan mengetes sinyal-sinyal plus minus dari kabel untuk memastikan kabel mana saja yang perlu dioprek. Dari beberapa kali naik turun kaca untuk test sinyal dengan avometer, ternyata kaca kembali ngadat-ngadat. Tapi setelah relay ini terpasang, maknyus tenan tanpa tersendat sama sekali. Pagi hari besoknya langsung test buka tutup kaca, maknyus juga :) Moga-moga kali ini lebih lancar, kalau enggak sepertinya terpaksa ganti switch-nya nih.


gambar 16 - kabel ke dirapikan

Bahan dan alat :
- 2 relay 5 kaki
- 2 soket relay 5 kaki
- 1 cable skun untuk pasang kabel ke baut ground
- kabel secukupnya
- solder + timah + pasta solder
- heat shrink + korek, isolasi listrik 3M + gunting
- obeng plus minus untuk buka doortrim
- AVOmeter untuk testing-testing
- Crimping tools untuk kupas-potong-crimping kabel
Semoga bermanfaat

Sumber :
http://otodiy.blogspot.co.id/2014/02/diy-tambah-relay-power-window-aerio.html

Sunday, August 7, 2016

Tips Cari Relay Bosch Asli

 Tips Cari Relay Bosch Asli



Soal relay memang susah-susah gampang. Terlintas berbagai merek relay sama saja fungsinya. Namun untuk pemakaian yang tahan lama dan performa yang baik tidak semua relay hasilnya sama.

Beberapa tips di website ini baik itu dari saft7.com sendiri maupun kontribusi dari teman-teman selalu menyarankan untuk menggunakan relay merek BOSCH.

Bahkan, jika kita baru membeli klakson paling mahal sekalipun, berdasarkan pengalaman teman-teman, relay yang didapat dari paket klakson itupun masih kurang baik performanya.

Apa saja pengaruhnya jika relay kurang baik performanya?
Untuk klakson, kerja klakson kurang optimal, suara kurang keras, sengau, atau malah tidak bunyi sebelah dsb.
Untuk lampu, kurang terang, lampu cepat putus.
Relay cepat rusak

Nah, sialnya karena merek tersebut sering direkomendasi sebagai relay bagus, merek tersebut akhirnya dipalsu. Lebih apesnya lagi sebagai calon pembeli, susah mendapatkan relay Bosch yang asli, sementara harga jualnya sama dengan relay yang asli. Duh duuuuh…

Oke, daripada terlalu banyak teman-teman yang menjadi korban relay bosch palsu, saya coba ulas deh.. bagaimana memilih dan seperti apa beda relay bosch asli dengan yang palsu.

Kita lihat bagian bawah relay… pastikan kita menemukan logo bosch terselip dan tercetak rapih.


Kita lihat pada bagian atas relay.. relay bosch yang asli, terlihat latar belakang tekstur kasar di atas tulisan BOSCH. Sementara yang palsu terlihat mulus polos.


Kita lihat bagian samping relay… pada Production ID Stamp, terlihat perbedaan teknik penulisan. Yang asli, menggunakan mesin grafir mirip sandblasting. Sementara yang palsu, menggunakan mesin press seperti yang digunakan untuk mencetak nomor mesin.


Ini juga penting… kualitas material komponen elektroniknya juga berbeda. Yang asli, terminal relay lebih kuat / keras. Sementara yang palsu lunak mudah bengkok.

Sayang saya tidak memfoto relay ketika di bongkar,.. terlihat kualitas Contact Point relay asli lebih baik ketimbang yang palsu. Ini yang membuat kualitas koneksi relay asli lebih baik dan lebih awet.

Nah.. jangan sampai tertipu lagi ya… semoga bermanfaat.

Sumber :
http://saft7.com/tips-cari-relay-bosch-asli/