Wednesday, May 4, 2016

Pengertian istilah mengenai Spooring & Balancing

 Kamis, 03 Desember 2009


Pengertian istilah mengenai Spooring & Balancing

Huahhhhh bosen deh kalau bicara soal spooring dan balancing, kebanyakan orang juga udah sering dengar istilah spooring dan balancing, kapan spooring dan balancing juga tinggal ngikutin panduan kapan kembali di "keplek" hasil spooring balancing. Search aja di google dengan keyword spooring dan balancing, dapet dah seabrek tinggal baca satu-satu, hehehe.

Ya ini blog cuman iseng aja sih, sedikit lebih tau arti istilahnya (dan teori), karena yang membahas ini rada-rada jarang dibanding penjelasan spooring dan balancing secara umum / praktikal (meski dapat info ini dari googling juga).


Balancing.
Lingkaran yang "sempurna" kalau diputar pada porosnya seharusnya akan terlihat seakan-akan diam. Sayangnya ban (tire) termasuk velg tidak bundar sempurna, ditambah lagi kepadatan material di ban (tire) dan velg tidak sempurna. Sehingga kalau diputar pada porosnya bakalan bergerak-gerak, ntah bergerak naik-turun atau kiri-kanan dan gerakain ini akan kita rasakan sebagai getaran. Untuk masalah tidak bundar sempurna udah ga bisa diapa-apain lagi, asal ga parah benjolnya ya masih ok, yang lebih bisa dikendalikan adalah beratnya. Caranya bagian yang lebih ringan ditambahin bobotnya dengan timah. Dipasang sedemikian biar distribusi bobotnya lebih merata, semakin merata semakin bagus, tentu saja timah yang dipasang seoptimal mungkin jangan terlalu banyak juga bisa-bisa malah keberatan timah. Prosesnya ya ban plus velg di lepas dipasang di alat balancing untuk diputar, ntar alatnya kasi tau operatornya sisi mana lebih berat dan seberapa selisihnya. Si Operator pasang timah, dites lagi dan seterusnya sampai didapat "seseimbang" mungkin. Nah di sini terlihat bahwa faktor yang mempengaruhi hasilnya adalah Alatnya baik dari segi kualitas dan kalibrasinya, dan juga dipengaruhi oleh Operatornya.
Diharapkan dari proses balancing ini ban jadi tidak bergetar, sejalan waktu tentu ban tentu terkikis oleh jalan yang tentu saja akan berpengaruh kepada bobot, demikian juga dengan timah yang ditempel apakah ada yang terlepas atau tidak yang akhirnya juga berpengaruh kepada bobot. Pembelian ban atau velg baru pun juga pasti akan berpengaruh kepada bobot. Karenanya perlu di Balance Ulang.

Finish Balance
Proses balancing dilakukan dengan cara melepas roda dan memutar pada alat balancing. Proses ini ada keterbatasan akurasinya. Pada kecepatan yang tinggi (biasanya orang berpatokan pada kecepatan lebi dari 100kpj) apabila dirasa getar maka proses yang dilakukan adalah Finish Balance. Proses ini setelah ban dibalance biasa, selanjutnya dipasang pada mobil dan diputar pada mobil untuk diatur keseimbangan total. Dalam hal ini yang turut mempengaruhi adalah bearing roda, hub roda bahkan lugnut atau mur roda pun juga ikut terputar. Idenya sama dengan Balancing yaitu mencari distribusi bobot terbaik agar roda tidak bergetar saat diputer, perbedaannya adalah ketelitiannya karena ditambahkan faktor lain selain ban (tire) dan velg.

Spooring
Lha ini yang dulu newbie bingung, spooring atau diterjemahkan keselarasan. Apanya yang selaras ? Yang diselaraskan atau yang diatur penempatan atau alignmentnya adalah Camber, Caster dan Toe. Perhatikan gambar di bawah ini :


Camber : Kemiringan roda secara vertikal (di gambar warna merah muda). Camber negatif artinya roda miring ke sisi dalam mobil, camber positif artinya roda miring ke sisi luar mobil. Bila dilihat dari depan atau belakang mobil dan melihat roda kanan kiri, camber negatif roda kiri dan kanan terlihat seperti huruf A, camber positif terlihat seperti huruf V. Terlalu negatif, artinya sisi dalam roda lebih menekan ke aspal dibanding sisi luarnya yang berakibat sisi dalam roda lebih cepat habis, dan berlaku sebaliknya untuk camber positif. Setting pabrikan untuk tiap-tiap mobil beda-beda sesuai dengan design keseluruhan kaki-kaki mobil.
Sewaktu belok, bayangkan sisi roda sebelah dalam dari putaran (misal belok ke kiri berarti roda sebelah dalam putaran adalah kiri), kecenderungan roda sisi dalam tersebut akan semakin tertekan ke dalam putaran (misal belok kiri ya makin tertekan ke kiri) sehingga camber mengarah ke makin positif, jika sebelumnya settingnya camber negatif maka camber semakin ke arah nol sewaktu belok yang berakibat contact ban ke aspal semakin lebar / banyak sehingga berakibat ke stabilitas belok yang bagus. Sebaliknya juga sebelumnya setting camber positif maka camber semakin positif sewaktu belok yang berakibat contact ban ke aspal semakin sedikit sehingga handling mobil makin buruk. Kesimpulan : Camber pengaruh ke kestabilan waktu belok.


gambar camber / kemiringan roda, terlihat di atas camber negatif

Caster : kemiringan roda ke depan atau ke belakang dari poin steering (untuk roda depan) - lihat warna hijau di gambar atas. Bayangkan roda depan sebuah sepeda, garpu depan / fork yang menghubungkan roda ke setir cenderung miring ke belakang. Nah kemiringan ini disebut Caster. Kemiringan ke belakang artinya Caster Positif, kemiringan ke depan artinya Caster Negatif. Lihat gambar di bawah ini, kendaraan mengarah ke kiri (jadi bagian depan kendaaraan ada di kiri) garis merah putus-putus mempunyai kemiringan Teta derajat dari sumbu X, artinya Chaster Positif Teta derajat. Kendaraan yang berakselerasi ke depan maka kecenderungan dari caster mengarah ke makin kedepan atau makin ke arah negatif, karenanya hampir semua caster adalah positif. Tujuan dari Caster positif ini adalah memberikan derajat kemampuan melakukan self steering atau kembali ke kemiringan semula sehingga membuat mobil makin mudah untuk dikendalikan dan meningkatkan stabilitas arah kendaraan. Caster yang terlalu banyak (positif caster) akan membuat steer jadi berat dan kurang resposive (terlalu anteng / tenang); pada balapan derajat caster yang besar dimaksudkan untuk meningkatkan keuntungan camber sewaktu belok. Caster dengan derajat lebih dari10 pada ban radial sudah umum dan untuk mengatasi beratnya digunakan power steering. Kesimpulan : Caster berpengaruh kepada ketepatan arah pengendalian mobil.


Toe : adalah tingkat kesejajaran / pararel antara roda depan sisi kiri dan kanan. Sejajar (jarak sisi depan roda = jarak sisi belakang roda) artinya Toe = 0; bila sisi depan lebih dekat daripada sisi belakang (dilihat dari atas mobil membentuk huruf A) artinya Toe In atau Toe Positif; bila sisi depan lebih jauh dari sisi belakang artinya Toe Out atau Toe Negatif. Toe setting ini akan berpengaruh kepada tiga masalah umum yaitu : keausan roda (tire wear), stabilitas jalan lurus, dan karakter pengendalian waktu belok.




Keausan roda :
Untuk meminimalkan keausan roda dan tenaga yang hilang, seharusnya roda saling sejajar satu sama lain sewaktu berjalan lurus. Terlalu banyak Toe In akan menyebabkan keausan ban di sisi luar dan terlalu banyak Toe Out akan menyebabkan keasusan ban di sisi dalam.

Stabilitas jalan lurus vs karakter pengendalian waktu belok :
Meski dengan Zero Toe artinya keausan roda diminimalkan demikian pula dengan tenaga yang hilang diminimalkan, setting Toe In dan Toe Out berpengaruh pada stabilitas jalan lurus terutama bila terdapat gangguan (geronjalan) pada permukaan jalan yang berakibat pada suspensi yang bekerja. Pada setting Toe In cenderung untuk bergerak lurus meskipun ada ganguan kecil pada salah satu suspensi, sedangkan pada setting Toe Out cenderung untuk belok ke arah ganguan kecil pada salah satu suspensi. Kalau dibalik Toe In agak susah belok, Toe Out lebih mudah belok; Toe In pada jalan lurus cenderung lebih stabil daripada Toe Out. (penjelasannya susah dimengerti euy...)
Jadi Toe setting ini merupakan trade off (pilihan) antara kestabilan jalan lurus yang didapat dari Toe In dan response steer yang cepat yang didapat dari Toe Out. Untuk mengurangi seringnya melakukan koreksi steer pada jalan lurus, mobil harian biasanya disetel Toe In, sedang pada mobil balap yang bisa saja mengorbankan kestabilan di track lurus tapi ingin lebih tajam waktu belok bisa saja distel Toe Out.

Untuk kendaraan dengan 4 rodanya memiliki suspensi indipendent (seperti Aerio/Next G), Setting dari Toe juga dilakukan pada roda belakang. Efek dari Toe ini juga sama seperti halnya roda depan yaitu ke keausan, stabilitas jalan lurus dan handling di belokan. Meski demikian untuk roda penggerak belakang (RWD) jarang diset toe out pada roda belakang karena akan menyebabkan oversteer yang berlebihan terutama bila power disalurkan ke roda; sebaliknya roda penggerak depan (FWD) sering diset sedikit toe out pada roda belakang untuk menimbulkan gejala oversteer karena tendensi FWD adalah understeer. (kapan-kapan tulis blog tentang oversteer dan understeer ah....)

Perlu diingat bahwa adakalanya setting Toe ini akan berubah situasi statis ke situasi dimanis, ketika tenaga (torque) disalurkan ke roda maka roda ini akan cenderung untuk menarik dirinya ke depan dan membuat toe in (maka FWD cenderung diset Toe Out pada roda depan) sedangkan roda yang didorong kedepan (bukan roda penggerak) akan cenderung membuat toe out pada roda depan (maka RWD cenderung diset Toe In pada roda depan).

Kesimpulan : Toe berpengaruh kepada (dan trade off) Keausan roda, Stabilitas jalan lurus dan ketajaman handling di belokan (tergantung pula pada FWD / RWD, dan tipe suspensi indipendent atau tidak).

Hmmm masih rada-rada kurang begitu mudeng, tapi sepertinya pengertian di atas udah cukup menjawab tanda-tanya newbie seperti saya. Moga-moga pengertian yang saya dapat dan saya tuangkan di atas tidak salah :D


regards,
singachu

referensi dan gambar :
http://www.carbibles.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Caster_angle
http://en.wikipedia.org/wiki/Toe_(automotive)
http://www.ozebiz.com.au/racetech/theory/align.html

Sumber :
http://otodiy.blogspot.co.id/2009/12/spooring-balancing-istilah.html?m=1

TIPS AGAR KAMPAS KOPLING/PLAT KOPLING/DISC CLUTCH MOBIL LEBIH AWET/PEMAKAIAN TAHAN LAMA

TIPS AGAR KAMPAS KOPLING/PLAT KOPLING/DISC CLUTCH MOBIL LEBIH AWET/PEMAKAIAN TAHAN LAMA



KAMPAS/PLAT KOPLING SET/ASSY/LENGKAP MOBIL 

TIPS MERAWAT KOPLING MOBIL

Menipisnya kampas/plat kopling tidak bisa ditentukan secara pasti, karena keawetan masa pakainya tergantung dari berbagai hal. Berikut ini informasi bagaimana agar kampas/plat kopling menjadi lebih awet/pemakaian/masa/umur pakai lebih lama :
- Biasakan Gigi versneling/transmisi selalu dalam posisi netral di lampu merah/selagi macet
- Biasakan mengganti Part Seal krek as belakang sewaktu turun kopling dengan Qualitas yang bagus, Untuk menghindari kebocoran lebih dini yang akan menyebabkan oli menempel pada plat kopling dan plat kopling menjadi slip
- Sewaktu kemacetan di jalan raya yang cukup parah biasakan posisi gigi selalu dalam posisi netral
- Jangan menggunakan setengah kopling saat macet dijalan menanjak untuk menahan mobil agar tidak mundur ataupun kebiasaan terlalu lama menginjak pedal kopling. Biasakanlah menggunakan bantuan rem tangan untuk menahan agar mobil tidak mundur disertai dengan posisi gigi netral dan segera lepaskan pedal kopling setelah melakukan perpindahan gigi khususnya pada transmisi manual.
- Pilih dan gunakanlah oli yang berkualitas serta rajin menggantinya secara berkala. Untuk mobil transmisi matic, disarankan mengganti oli transmisi setiap 5.000 kilometer (km), bersamaan dengan penggantian oli mesin. Lalu, setiap 20.000 km dianjurkan oli dikuras dan diganti baru, diikuti dengan penggantian filter oli transmisi. Hal ini untuk mengeluarkan serpihan-serpihan serbuk halus akibat kanvas kopling yang saling bergesekan.
- Pada mobil transmisi manual, biasakanlah melakukan perpindahan transmisi dengan sedikit menurunkan putaran (rpm) mesin. Pada mesin otomatis, biasakanlah memberhentikan dulu mobil sebelum melakukan perpindahan tranmisi dari D ke P ataupun sebaliknya. Perpindahan persneling dari D (Maju) ke P (Mundur) ataupun sebaliknya yang terburu-buru hingga tidak menunggu hingga roda berhenti berputar, bisa berakibat terjadi benturan yang keras pada bagian transmisi karena keadaan yang tidak tepat serta menyebabkan kanvas kopling bergesekan keras sehingga cepat terkikis.
- Master Kopling Atas dan Master Kopling Bawah sebaiknya dalam kondisi bagus/tidak bocor. Kalau Kit Koplingnya Telat balik maka akan selalu menekan plat kopling dan plat kopling dalam kondisi yang tidak netral/tergesek terus, sehingga plat kopling cepat tipis.
- Part/komponen Kopling Set ( plat kopling, matahari/dekrup, drek laher dan laher Flywheel) sebaiknya pada waktu penggantian, diganti dengan Qualitas yang bagus.

KATEGORI MASALAH KOPLING MOBIL
- PEDAL KOPLING BERAT
- PEDAL KOPLING KERAS
- PEDAL KOPLING GETAR BERGETAR
- PEDAL KOPLING MACET TIDAK BISA BALIK/TIDAK MAU BALIK
- KOPLING MOBIL BERSUARA
- MINYAK KOPLING SELALU BERKURANG MENYUSUT BOCOR REMBES NETES SELALU NAMBAH
- MASTER KOPLING ATAS BAWAH MOBIL BOCOR REMBES NETES LUKA BARET TIDAK BISA BALIK TIDAK MAU BALIK
- KABEL KOPLING MOBIL SERET BERAT KERAS PUTUS MACET
- MOBIL TIDAK BERTENAGA LOYO TIDAK ADA AKSELERASI

CARA MENGATASI MASALAH KOPLING MOBIL DAN PENYEBABNYA
PENYEBAB MASALAH KOPLING MOBIL BERAT KERAS BERGETAR BERBUNYI BERSUARA krek krek ngorok ngerosok :
- PENYEBAB MASALAH Kopling Mobil bergetar : kuku Matahari/Dekrup Kopling Sudah aus minta di ganti
- PENYEBAB MASALAH Mobil tidak ada tenaganya/Akselerasi tidak ada : Plat Kopling Tipis
- PENYEBAB MASALAH Kopling bunyi/bersuara sewaktu idle/stationer : Laher /Bearing Flywheel ( Roda gila ) Aus bisa juga per Plat kopling longgar
- PENYEBAB MASALAH Bunyi/suara kopling sewaktu di Injak pedal Kopling : Drek laher kopling Rusak/aus
- PENYEBAB MASALAH Bunyi/suara di sekitar kopling mobil ( kecuali dua hal di atas ) : Gigi susun Transmisi/Versneling bunyi/bersuara berisik ngerosok
- PENYEBAB MASALAH Injakan Pedal kopling Keras/berat : Dekrup/Matahari Mulai aus/rusak bisa juga master kopling macet/kabel kopling rusak/macet/putus di dalam ( rata rata pada mobil karburator/lama )
- PENYEBAB MASALAH Minyak Rem selalu Berkurang/menyusut/nambah terus : Master Kopling atas/bawah bocor
- PENYEBAB MASALAH injakan pedal kopling naik/tidak ada akselerasi pada waktu mesin mobil panas padahal kampas/plat kopling baru : Master kopling atas/bawah yang lainnya bisa juga karena kampas/plat kopling selip/slip karena seal krek as belakang dan seal as kopling/seal as primer bocor rembes netes

CARA MENGATASINYA : 
Ganti komponen yang saya sebutkan di atas, di jamin masalah kopling anda selesai, dan akselerasi kecepatan mobil anda jadi wuuush wuuush... lagi

MERK KOPLING MOBIL :
- Valeo ( rata- rata untuk mobil Korea )
- Daikin
- Aisin

Sumber :
http://azmot.blogspot.co.id/2011/02/tips-agar-kanpasplat-koplingdisc-clutch.html

MASALAH MESIN MOBIL

 MASALAH MESIN MOBIL 



Pada MOBIL BERMESIN INJEKSI (INJECTION) DOHC (EFI) umumnya menyertakan INDIKATOR CHECK ENGINE pada PANEL DASHBOARD. Jika lampu indikator dash board tetap menyala sekalipun mesin sudah hidup, menandakan adanya masalah pada mesin atau sistem pendukung lainnya.


MASALAH PADA MESIN MOBIL sangat beragam, namun kita dapat memperkirakan apa saja yang mungkin menjadi penyebab masalah mesin mobil tersebut, sehingga dapat kita perbaiki dengan tepat dan cepat.

Bengkel Resmi dan Non-Resmi pun bisa salah dalam mendiagnosa masalah pada mesin kita, hal ini membuat besarnya biaya yang dikeluarkan akibat dari pergantian komponen yang tidak tepat, bahkan terkesan tebak-tebakan saja.

PENYEBAB AKIBAT


PENYEBAB BUNYI SUARA TIK TIK TIK MESIN MOBIL

- Setelan Klep ( Valve ) yang tidak tepat ( terlalu renggang )
- HLA HYDRAULIC LASH/VALVE ADJUSTER BERMASALAH/RUSAK/MATI
- Lobes pada CAMSHAFT/NOKEN AS sudah ada yang RUSAK
- ROCKER ARM Bermasalah rusak longgar/oblak/kendor
- Pemakaian oli mesin mobil yang tidak tepat / tidak cocok ( SAE 10-40 buat mesin mobil injection dan SAE 10-50 untuk mesin mobil karburator )
- SULING KLEP API MINYAK mampet penuh kotoran lumpur oli mesin mobil

HARGA Onderdil/Sparepart/komponen/suku cadang yang di pakai : Mur Baut Setelan/stelan klep, HLA Hidraulic Lash Adjuster ( Otomatis setelan/stelan Klep, Auto Adjuster Klep ), Rocker Arm ( Tempat duduk/diam nya baut mur setelan klep/HLA Ajuster ), Oli mesin Mobil, cara mengatasi Camshaft/Noken as luka baret Susut menyusut longgar, S

Pencarian : Fungsi manfaat kegunaaan Baut mur setelan klep/HLA Hidraulic Lash Adjuster/ Auto Adjuster klep/valve, Masalah Keluhan Kerusakan Penyebab Bunyi suara tik tik di atas mesin mobil, Bunyi suara tidak nyaman berisik pada mesin mobil, cara menyetel baut mur setelan klep, Harga Baut mur setelan klep mobil karburator, Harga HLA auto adjuster pada mobil injection / injeksi / DOHC / EFI, Masalah keluhan di sekitar noken as/camshaft mesin mobil ( Aus longgar menyusut luka baret tidak mulus )

PENYEBAB LAMPU INDIKATOR OIL PRESSURE (TEKANAN OLI) PADA DASHBOARD MOBIL MENYALA SAAT MESIN HIDUP

- Jumlah oli pada mesin kurang, atau oli tidak cocok.
- SENSOR TEKANAN/SWITCH OLI BERMASALAH /RUSAK
- POMPA OLI MOBIL BERMASALAH/RUSAK
- Panas yang berlebihan di dalam mesin
- KATUP OLI/OIL PRESSURE RUSAK
- FILTER/SARINGAN OLI/OIL FILTER MOBIL BERMASALAH/RUSAK/ TERLALU KOTOR OLEH LUMPUR OLI
- SARINGAN OLI PADA RUANG KARTERCARTER/BAK PENAMPUNGAN OLI KOTOR/MAMPET.

HARGA Komponen/onderdil/sparepart/suku cadang yang di pakai : Oli Mesin Mobil, Sensor Tekanan oli/Switch Oli, POMPA OLI MESIN MOBIL, Katup oli, Saringan/Filter/oil filter

Pencarian : masalah keluhan kerusakan di sekitar komponen lampu penunjuk dashboard mobil, Lampu oli/oil menyala di dashboard mobil, Fungsi manfaat kegunaan sensor tekanan oli/ Switch oli/POMPA OLI/ Katup oli Filter/Saringan oli mesin mobil, Cara mengganti pompa oli/ Switch oli sensor tekanan oli /Filter saringan oli mesin mobil


MASALAH SENSOR TPS/THROTTLE POSITION SENSOR 


PENYEBAB MESIN MOBIL TIDAK MAU HIDUP/NYALA KETIKA DIHIDUPKAN/DI STARTER

- TERMINAL ACCU/AKI KENDUR/KOROSI
- TEGANGAN/ARUS LISTRIK ACCU/AKI KURANG/ACCU/AKI RUSAK/MATI
- JALUR KELISTRIKAN STARTER TERPUTUS
- KUNCI KONTAK MOBIL BERMASALAH
- DINAMO MOTOR STARTER BERMASALAH
- GIGI MOTOR STARTER/FLY WHEEL ADA YANG PATAH
- SALURAN GROUND/NEGATIF ACCU/AKI KE MESIN MOBIL TERGANGGU/LEPAS

HARGA Komponen : Aki/accu, Kunci kontak/Switch Kunci kontak, Dinamo starter/Motor starter, Fly wheel.

Pencarian : Fungsi manfaat kegunaan Cara merawat memperbaiki mengganti kerusakan Masalah Keluhan Aki/accu mobil lemah rusak mati overcharge, Sistem kelistrikan mobil putus terputus terganggu, Kunci kontak/switch kunci kontak dinamo starter/motor starter rusak bermasalah, Gigi flywheel retak patah rusak


MASALAH OIL PRESSURE SENSOR 

PENYEBAB SUARA BUNYI MENDESIS PADA MESIN MOBIL

- KE BOCOR AN INLET MANIFOLD/GASKET THROTTLE BODY
- KEBOCORAN GASKET EXHAUST/API dan MANIFOLD INTAKE/MINYAK
- KEBOCORAN SELANG VACUM/VAKUM
- KEBOCORAN GASKET/PACKING CYLINDER HEAD (ROBEK/TERBAKAR/PATAH/BOCOR)

Komponen : HARGA Packing/gasket Inlet manifold/manifold minyak Throttle bodi, selang vakum/vacum

Pencarian : Fungsi manfaat kegunaan Cara merawat memperbaiki mengganti kerusakan Masalah Keluhan Packing/gasket inlet manifold throttle body/bodi, Gasket exhaust/api manifold minyak api, Packing silinder head rusak robek patah bocor


                                              

MASALAH NOZEL/NOSEL INJEKTOR 

PENYEBAB MESIN MOBIL BERPUTAR/DI STARTER TETAPI MESIN MOBIL TIDAK MAU HIDUP/NYALA

- BENSIN HABIS/KOSONG
- ACCU/AKI SOAK/LEMAH (mesin berputar sangat pelan)
- KABEL ACCU/AKI KENDUR/KOROSI
- KOMPONEN PENGAPIAN BERMASALAH
- JALUR KELISTRIKAN PENGAPIAN TERGANGGU/RUSAK
- BUSI MOBIL RUSAK/GAP/JARAK BUSI TIDAK TEPAT
- CHOKE MESIN MOBIL BERMASALAH
- Sistem penyaluran bahan bakar (Fuel Injection) bermasalah
- Masalah mekanik (SENSOR CKP KRUK/KREK AS RUSAK, TIMING BELT MOBIL PUTUS)

                                               

MASALAH COIL MOBIL 

PENYEBAB MESIN MOBIL SUSAH/TIDAK BISA HIDUP DI STARTER SAAT MESIN DINGIN

- Accu kosong/tegangan kurang
- Terminal Accu kendur / korosi
- Busi rusak, setelah gap tidak tepat
- Choke bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah
- Permasalahan pada pengapian
- Kompresi silinder rendah
- Fuel Pressure Regulator bermasalah


                                                 

MASALAH VAKUM/VACUM PENGATUR TEKANAN 

PENYEBAB MESIN SUSAH HIDUP/DI NYALAKAN DI STARTER SAAT MESIN MOBIL PANAS

- Filter udara kotor/mampet
- Choke bermasalah
- Permasalahan sistem injeksi (fuel injection)
- Kompresi silinder rendah.

PENYEBAB DINAMO/MOTOR STARTER BERISIK/KASAR SAAT DI STARTER

- Gigi pinion starter/ flywheel patah.
- Baut dudukan motor starter lepas atau hilang.
- Komponen di dalam motor starter rusak/aus.

PENYEBAB MESIN MOBIL NDUT NGENDUT TERSENDAT/TERTAHAN NGEMPOS KOSONG SAAT AKSELERASI

- Busi rusak/setelah gap tidak tepat
- Kebocoran Vacuum di karburator, throttle body, intake manifold atau selang-selang vacuum lainnya.
- Karburator bermasalah
- Sistem injeksi (fuel injection) bermasalah

                                                       

MASALAH IGNITION COIL/KOIL MOBIL 

PENYEBAB MESIN MOBIL GETAR BERGETAR/BERGUNCANG/GOYANG/PINCANG


- Kebocoran Vacuum di karburator, throttle body, intake manifold atau selang-selang vacuum lainnya.
- Filter bensin mampet
- Fuel Pump bermasalah, supply dan tekanan bensin rendah
- Ventilasi tangki bensin tersumbat atau pipa/saluran bensin tersumbat/terjepit
- Karburator bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah

PENYEBAB MESIN KEHILANGAN TENAGA/TIDAK BERTENAGA LOYO/TIDAK ADA AKSELERASI

- Pemasangan timing belt yang tidak tepat
- Filter bensin tersumbat/mampet
- Fuel Pump bermasalah, supply dan tekanan bensin rendah
- Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
- Busi rusak/ gap busi tidak tepat
- Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
- Karburator bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah
- Rem mengunci
- Kopling slip (habis)

PENYEBAB MESIN MOBIL NEMBAK NEMBAK ( BACKFIRE)

- Pemasangan Timing Belt tidak tepat
- Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacum /vakum lainnya.
- Karburator bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
- Sistem Pengapian bermasalah (kabel busi terbalik urutannya)

                                           

MASALAH CRANKSHAFT TRIGGER SENSOR 

PENYEBAB MESIN MAU HIDUP TETAPI KEMUDIAN MATI LAGI

- Ada permasalahan Kelistrikan pada rangkaian pengapian.
- Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
- Karburator bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.

PENYEBAB RPM WAKTU IDLE/LANGSAM TIDAK RATA NAIK TURUN NAIK

- Penyetelan idle speed yang tidak tepat.
- Filter udara kotor
- Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
- Busi rusak/ gap busi tidak tepat
- Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
- Lobes pada CamShaft sudah ada yang rusak
- Pemasangan Timing Belt tidak tepat
- Karburator bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
- ISC IDLE SPEED CONTROL

                                          

PENYEBAB MESIN MENGALAMI MISFIRE SAAT IDLE/LANGSAM

- Busi rusak/ gap busi tidak tepat
- Kabel busi bermasalah
- Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
- Karburator bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.
- Distributor Cap retak atau aus
- Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
- Kabel ground tidak baik/terputus
- Kebocoran selang ventilasi mesin (crankcase ventilation hose)

                                         

MASALAH ACCU/AKI MOBIL 

PENYEBAB MESIN MENGALAMI MISFIRE SEPANJANG PERJALANAN

- Filter bensin mampet/kotor
- Fuel Pump/Pompa bensin rusak/bermasalah/tekanan rendah
- Ventilasi tangki bensin tersumbat,pipa saluran bensin tersumbat/terjepit
- Busi rusak/ gap busi tidak tepat
- Distributor Cap retak atau aus
- Kabel busi bermasalah
- Salah satu atau beberapa silinder kompresinya rendah
- Ignition Coil bermasalah
- Karburator bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah.

                                           

MASALAH MESIN MOBIL INJECTION DOHC

PENYEBAB MESIN TETAP HIDUP SEKALIPUN KUNCI KONTAK SUDAH DI MATIKAN/KUNCI KONTAK OFF

- Terlalu banyak tumpukan karbon pada ruang bakar (silinder)
- Mesin terlalu lama dijalankan pada suhu yang tinggi.
- Solenoid Karburator bermasalah
- Kunci kontak bermasalah

PENYEBAB MESIN NGELITIK/NGLITIK SAAT AKSELERASI/MENANJAK

PENYEBAB MESIN MOBIL NGELITIK/KNOCKING :

- Timing pengapian tidak tepat
- Masalah pada sistem pengapian
- Busi rusak/ gap busi tidak tepat
- Salah pakai jenis bensin (oktan terlalu rendah)
- Terlalu banyak tumpukan karbon pada ruang bakar (silinder)
- Kebocoran vacuum pada karburator, throttle body, inlet manifold dan selang-selang vacuum lainnya.
- Karburator bermasalah
- Sistem Injeksi (fuel injection) bermasalah. ( BUNYI SUARA NGELITIK/NGLITIK KNOCKING PADA MESIN MOBIL ( Knocking suara bunyi ketukan ngelitik mesin mobil )

1. SISTEM INJEKSI (FUEL INJECTION) MESIN MOBIL :

Fuel Injector/Nozel/Nosel Injector:
umumnya memiliki resistansi 10-30 ohm, jika kurang atau lebih = injector bermasalah.
bersihkan injector dengan Injector Cleaner atau dengan mesin Ultrasonic Injector Cleaner, hingga kualitas semprotan untuk semua injector sama.

Fuel Pump/Rotax /Membran (pompa bensin):
- periksa tekanan bensin yang dihasilkan Fuelpump dengan alat Fuel Pressure Gauge, umumnya berkisar sekitar 3 BAR.
- periksa kondisi saringan/filter kecil yang ada di dalam tangki (umumnya menempel pada fuelpump).
- periksa kondisi relay dan sikring Fuel Pump.
- periksa kondisi pelistrikan (kabel dan socket) Fuel Pump.

Filter /Saringan Bensin:
- Bersihkan filter bensin atau ganti baru.
- Pastikan klem selang bensin terpasang dengan baik.

Fuel Pressure Regulator:
- Pastikan kondisi selang vacuum terpasang dengan baik dan tidak bocor.
- Pastikan tidak ada kebocoran bensin pada Fuel Pressure Regulator

2. SISTEM PENGAPIAN MESIN MOBIL

Busi:
- Gunakan tipe busi yang tepat sesuai anjuran buku manual.
- Atur celah (gap) busi dengan tepat sesuai anjuran buku manual.

Kabel Busi Mobil :
- Periksa nilai resistansi masing-masing kabel busi, nilai resistansi harus mendekati satu sama lain (semakin panjang kabel busi, semakin besar nilai resistansinya)
- Periksa kabel busi dari sobek dan retak, yang menyebabkan kebocoran listrik.

Ignition Coil/Koil :
- Periksa kondisi fisiknya, jangan sampai ada yang retak atau pecah
- Periksa resistansi antara terminal primer dan sekunder. Umumnya resistansi antar terminal primer ( + dan – ) berkisar antara 0.5ohm – 6 ohm. Sedangkan resistansi antara terminal + dan – terhadap terminal sekunder (output coil) adalah berkisar antara 4kOhm – 25kOhm.

Distributor Cap / Rotor Distriburor/DELCO:
- Periksa kondisi dari retak dan pecah.
- Periksa kondisi terminal rotor dari aus/rusak.
- Periksa kondisi dan gap platina / trigger CDI

Sensor-Sensor Pengapian:
- Periksa kondisi Crankshaft Sensor (Sensor crankshaft - SENSOR CKP / Sensor crankshaft)
- Periksa kondisi Cam Position Sensor ( SENSOR CMP / Sensor camshaft/ sensor noken as)
- Periksa kondisi Cylinder Position Ignition Sensor (biasanya menempel pada kabel busi)
- Periksa Power Transistor yang terhubung ke Coil.

SALURAN UDARA

Filter Udara:
- Pastikan kondisi filter udara dalam keadaan bersih
- Pastikan box filter udara terpasang dengan baik

Selang Intake / Intake /throttle body Hose:
- Pastikan tidak ada kebocoran pada intake / throttle body hose.
- Pastikan hose terpasang dengan baik dan rapat.

Intake Sensor/Sensor intake/minyak:
- Periksa kondisi Air Flow / MAF/MAP sensor
- Periksa kondisi Intake Air Temperature Sensor

Selang Vacuum:
- Periksa seluruh selang vacuum dari kebocoran atau terjepit.

3. NAMA NAMA BAGIAN KOMPONEN JEROAN DALAM AN/DALEM AN MESIN MOBIL
NAMA NAMA HARGA MERK MASALAH KELUHAN PERMASALAHAN BAGIAN KOMPONEN MESIN
MASALAH Packing paking gasket karet tutup klep mesin mobil bagia atas
MASALAH Seal klep
MASALAH Packing paking gasket minyak intake ( manifold minyak ) Api exhaust ( manifold api )
Packing paking gasket Silinder Cylinder Head
Klep Mesin
Mur Baut Setelan Klep
HLA Adjuster
Rocker Arm pelatuk klep
Suling klep api minyak
Noken as Camshaft
Krek kruk as Crankshaft
Silinder Head
Blok Mesin
Ring Seher Ring piston
Piston Seher Mesin
Metal/bantalan jalan duduk bulan
Bak Carter Penampungan Oli
Busi mesin mobil MESIN MOBIL
Sumber : he-great.co.cc
Artikel ini sudah banyak sekali di update oleh Azis Motor Depok

Sumber :
http://azmot.blogspot.co.id/2010/12/masalah-pada-mesin-mobil.html